Tanggapan Denny JA, Ph.D, Pendiri LSI Denny JA Terhadap Artikel Konstitusionalitas Optimisme  “Ekonomi Koboi”

Esai A. Irmanputra Sidin menghadirkan dialektika yang tajam antara pasar, konstitusi, dan politik. 

Ia berani menafsir ulang frasa “memajukan kesejahteraan umum” sebagai mandat agar negara bukan menjadi “penyedia tunggal” kesejahteraan, melainkan pencipta ekosistem bagi pasar dan sektor swasta untuk hidup.

Langkah Purboyo yang disebut “ekonomi koboi” memang terdengar liar, bahkan sembrono. 

Namun di balik itu terkandung keberanian untuk membalik paradigma lama: dari negara-sentris menuju pasar-sentris dengan dukungan negara. 

Di titik inilah konstitusi menemukan relevansinya, sebab UUD 1945 memang memberi mandat untuk menstimulasi, bukan mengekang.

Yang paling bernilai dari esai ini adalah keberanian menyandingkan hukum dengan optimisme. 

Irman mengingatkan kita bahwa hukum bukan sekadar palu yang menghukum, melainkan juga jaring pengaman yang memungkinkan kebijakan progresif tidak mati di tangan birokrasi atau kriminalisasi politik. 

Inilah pesan filosofis yang jarang disentuh: bahwa konstitusi hidup bukan di teksnya semata, tetapi pada keberanian pemimpin untuk menafsirnya secara visioner.

Membaca esai ini, saya merasa optimisme ekonomi — meski kadang terdengar utopis — justru bisa menjadi energi konstitusional yang menyelamatkan bangsa dari siklus pesimisme. 

Kebijakan koboi yang dikritisi sekaligus didukung, pada akhirnya menjadi ajakan reflektif: berani keluar dari zona aman, tapi tetap berpegang pada asas hukum yang ketat dan jelas.

———————————————————————————————————————

Artikel yang dimaksud dapat dilihat disini.

Featured Image, Source: https://news.republika.co.id

Spread the love
Scroll to Top